MAN Kotawaringin Timur

MADRASAH ALIYAH NEGERI

Kotawaringin Timur

KABAR MADRASAH

Tingkatkan Partisipasi Pemilih, Siswa MAN Kotim Ikuti Webinar KPU

128 views
September 27, 2021
(Dokumentasi)

Sampit (Humas) Sebanyak 4 siswa dari Madrasah Aliyah Negeri Kotawaringin Timur mengikuti webinar yang dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kotawaringin Timur melalui zoom meeting, rabu (18/08) mulai pukul 09.00-11.30 WIB. 4 siswa tersebut adalah Dony Eko Prasetyo (XII IPA 1), Saskiya Prambandari Sahanaya (XII IPA 1), Nuridah (XII IPA 2), dan Tiara Nurrahmawati (XI IPA 1). Selain MAN Kotim, ada sebanyak 37 sekolah menengah atas atau sederajad lainnya baik negeri maupun swasta, perwakilan organisasi mahasiswa, perwakilan disabilitas, dan organisasi pemuda yang diundang dalam kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, kami mendapat surat undangan untuk ikut webinar KPU ini”ujar Muhammad Rusidi, kepala MAN Kotim. “Webinar ini sangat penting bagi generasi muda atau pelajar, yaitu untuk pendidikan politik bagi pemilih pemula. Diharapkan nantinya pemilih pemula ini tidak menyia-nyiakan hak pilihnya dan selain itu mereka bisa memilih dengan cerdas dan sesuai hati nuraninya” jelas Rusidi.

Adapun latar belakang diadakan webinar ini adalah dimana Kabupaten Kotawaringin Timur ini termasuk kategori daerah partisipasi pemilih rendah, yaitu tingkat partisipasi masyarakat masih dibawah 70 %. Untuk itu sangat perlu diadakan sosialisasi-sosialisasi baik langsung maupun tidak langsung. Selain itu kegiatan ini juga dalam rangka menyambut hari kemerdekaan RI yang ke 76 tahun.

Dengan mengambil tema “Pemilih Cerdas untuk Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh pada Pemilu dan Pemilihan Serentak Tahun 2024”, webinar ini menghadirkan ketua KPU Kabupaten Kotim, yaitu Siti Fathonah Purnaningsih dan Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Kotim, Agus Tripurna Tangkasiang sebagai narasumber.

Dalam paparannya, Siti Fathonah menyampaikan bahwa Kotim termasuk daerah yang partisipasi pemilihnya rendah, yaitu hanya 65.22 % pada saat pemilihan umum kemarin. Padahal target adalah 70 %. Ini bisa berakibat kekuasaan yang terpilih kurang terlegitimasi. Selain itu Fathonah berharap untuk semua masyarakat untuk menjadi pemilih yang cerdas dan berkualitas, menggunakan suara secara cermat, dan menggunakan suara secara terhormat.

Sementara itu, Agus menyampaikan bahwa pemerintah wajib mewujudkan tertib administrasi kependudukan secara nasional dan wajib memberi perlindungan dan pengakuan terhadap penentuan status pribadi dan status hukum atas setiap peristiwa kependudukan yang dialami oleh penduduk dan/ warga negara Indonesia.

“Oleh karena itu sangat penting setiap penduduk mempunyai eKTP” ujar Agus. “Selain sebagai identitas diri, eKTP juga dimaksudkan untuk mendukung terwujudnya data base kependudukan yang akurat sehingga data pemilih dalam pemilu dan pemilukada yang selama ini sering bermasalah tidak akan terjadi lagi. Semua WNI yang berhak memilih akan terjamin hak pilihnya” jelasnya. (ma)