MAN Kotawaringin Timur

MADRASAH ALIYAH NEGERI

Kotawaringin Timur

KABAR MADRASAH

JURUS JITU GURU UNTUK PENUNTUT ILMU: "REFLEKSI 1 TAHUN COVID-19"

171 views
September 27, 2021
foto pexels

Islam sangat menganjurkan bahkan mewajibkan setiap insan menuntut ilmu, ilmu dunia lebih-lebih ilmu agama. Dalam menjalankan setiap kegiatan, apapun bentuknya untuk lebih terdahulu dan lebih afdhol seorang muslim dan muslimat diwajibkan untuk menuntut ilmu, belajar dan mempelajarinya, misal seorang anak yang baru baligh, terlebih dahulu belajar dan mengetahui fikih dasar tentang pengertian baligh berakal, lalu apa saja yang harus dikerjakan dan yang menjadi tanggung jawab seorang anak yang baligh tersebut.

Hal simpel namun sangat bermakna untuk di implementasikan dalam kehidupan sehari-hari ini sangat fundamental, kalau saja anak yang baligh ini tadi belum belajar dan mengamalkannya, maka generasi-generasi kedepan bisa jadi tidak tahu tentang hal mendasar tersebut, kalaupun itu terjadi maka generasi emas islam kedepan amatlah merugi, padahal didalam islam sendiri sebagaimana hadits yang sangat masyhur bagi ummat muslim: “Menuntut ilmu fardhu bagi setiap mukmin laki-laki dan perempuan.”

Belajar dan mempelajari suatu ilmu itu, tak lepas dari pada dunia pendidikan. Baik pendidikan formal dibangku sekolah, perguruan tinggi, atau pondok pesantren ngaji dengan ulama, kiyai asatidz bahkan orang tua dirumah masing-masing. Belajar dalam islam sangat diwajibkan, ummat muslim harus dididik oleh pendidik, oleh gurunya, atau ulamanya. 

Pendidikan ibarat sebuah rumah adalah pondasi, sedangkan belajar adalah bagian dari pada teori dan praktek. Dalam membangun rumah tersebut, maka proses pembelajaran dan pendidikan tidak pernah terpisahkan.

 

Semenjak WHO mengumandangkan bahwa covid-19 pandemi yang sangat berbahaya, muncul diberbagai media bahwa virus ini sangat mengganggu dan berdampak buruk bagi setiap langkah dan kegiatan ummat manusia, di indonesia tidak hanya karyawan yang banyak di PHK, atau pedagang yang meliburkan diri, tidak hanya abang ojol atau abang ojek yang tak mangkal lagi.

Celakanya sistem pendidikan kita pun harus merasakan dampaknya, sedih memang! Namun ini harus kita jalani, kita tapaki, proses demi proses, melewati pandemi virus covid 19. Dan langkah-langkah kongkrit serta solusi ekstrim harus kita putuskan untuk menemukan formulasi dan solusi bagaimana pendidikan dan sistem belajar mengajar kita tetap berlanjut.

Guru adalah nahkoda bagi setiap muridnnya, adalah pemimpin disetiap kelasnya,bagi guru murid adalah segalanya, seperti jones yang lagi jatuh cinta “kamu segalanya yang tak terpisah oleh waktu ” seperti itu pula guru seharusnya. Siswa, santri, atau para penuntut ilmu bagi guru adalah amanah, amanah dari Allah untuk dicerdaskan, baik spritual, emosional, dan intelektual. Tantangan kian berat, pandemi memaksa kita untuk keluar dari zona nyaman. Zona  kehidupan sehari-sehari kita lakukan harus berubah dengan sangat cepat. Iya, itulah New Normal, hidup dengan kebiasaan baru yang pasti dengan menerapkan protokol kesehatan selalu, disamping itu dihadapkan dengan segala yang berbentuk digital, teknologi yang semakin canggih, namun disisi lain ada sekat-sekat keterbatasan, keterbatasan jaringan internet, ekonomi masyarakat yang pendapatannya minim hingga dipaksa untuk membeli paket data atau pulsa, bahkan nebeng wifi tetangga. Adapula yang tak sanggup beli android, lalu ikut bapak kelaut, padahal mereka masih dalam ke adaan sekolah. Guru memang harus pandai memainkan peran, melangkah dalam langkah bijak, memutuskan dalam putusan yang tepat. Miris nian memang sebagian anak di negeri ini. Namun Allah berfirman “jangan berputus asa dari rahmat Allah” Jadi guru dan para penuntut ilmu harus tetap semangat, dan jangan patah arang, yakin bahwa Allah selalu bersama kita. 

Bagi para guru, pendidik dan sejenisnya selain dengan metode pembelajaran yang penuh kreatifitas dan inovasi. Kala pandemi melanda hingga satu tahun sudah lamanya ini, ada jurus ampuh untuk murid kita tercinta, agar mereka senantiasa tetap mendapat keberkahan ilmu dan pembelajaran dilain cara, apakah itu? Dengan kerendahan hati sekiranya guru, ustadz dan para pendidik, menengadahkan tangannya untuk mendoakan mereka. Agar senantiasa para penuntut ilmu mendapatkan keberkahan melalui doa, “addu’a shilaahul mu’min” do’a adalah senjata bagi orang yang beriman, doakan siswa-siswi, santri dan santriwati semoga selalu dihindarkan dari wabah virus covid-19, serta selalu mendapatkan keberkahan didunia dan diakhirat. Aaamiinn YRA.

 

oleh Muhammad Rajul Kahfi