MAN Kotawaringin Timur

MADRASAH ALIYAH NEGERI

Kotawaringin Timur

KABAR MADRASAH

Tingkatkan Semangat Bela Negara, MAN Kotim Ikuti Pembinaan Wawasan Kebangsaan

136 views
September 26, 2021
(Dokumentasi)

Sampit (Humas) Bela negara bukan hanya tanggung jawab TNI Polri, tapi kita semua warga negara Indonesia wajib untuk membela negara. Semangat bela negara harus dipupuk sejak dini karena nantinya generasi muda inilah yang akan meneruskan tongkat estafet perjuangan bangsa untuk mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa.

Untuk itulah sebanyak sembilan siswa Madrasah Aliyah Negeri Kotawaringin Timur (MAN Kotim) bersama siswa-siswi pelajar lainnya di kawasan Sampit mengikuti pembinaan wawasan kebangsaan yang digelar Kodim 1015/Sampit di Aula Jendral Sudirman Makodim 1015/Sampit, Kamis (09/09), pukul 07.30 WIB.

“Masing-masing sekolah diundang sembilan orang siswa untuk kegiatan ini” ungkap Jusman, wakil kepala urusan kesiswaan sewaktu dihubungi di ruang kerjanya. “Adapun nama-nama siswa MAN Kotim yang dikirim adalah : Saskiya Prambandari Sahanaya( XII IPA 1) , Donny Eko Prasetyo (XII IPA 1), Nuridah (XII IPA 2), Nia Mawarni (XI IPA 3), Nunuk Lidiana Juniar (XI IPA 1), Raisha Amalia (XI IPA 1), Tania Nasywa Azzahra (XI IPA 1), Ryan Fadey El Edrus( XI IPA 2), dan Sukma Widya Ramadhania (XI IPA 3)” jelas Jusman.

Selain MAN Kotim, hadir juga SMAN 1 Sampit, SMAN 2 Sampit, SMAN 3 Sampit, SMKN 1 Sampit, SMPN 1 Sampit, dan SMPN 2 Sampit.

Kegiatan yang mengangkat tema “Mewujudkan Binter TNI AD yang Adaptif Melalui Kegiatan Pembinaan Wawasan Kebangsaan guna Membentuk Wawasan Kebangsaan yang Berkarater dan Berwawasan Kebangsaan” menerapkan protocol kesehatan yang ketat. Semua yang diundang wajib memakai masker, cuci tangan ketika akan masuk ruangan, jaga jarak, dan sebagainya.

Dalam paparannya, Kapten Arh Sutomo selaku narasumber menyampaikan bahwa wawasan kebangsaan bertujuan memberikan pengetahuan kepada para siswa agar memahami pentingnya wawasan kebangsaan dan semangat bela negara.

Dikatakannya bahwa perkembangan teknologi di era digital ini telah menimbulkan pergeseran norma sosial, adat, dan kebiasaan di masyarakat. Hal ini bisa jadi menimbulkan ancaman yang serius terhadap keberlangsungan hidup suatu negara. (ma)